Membahas mengenai informasi seputar kehidupan kampus di Indonesia

Tabrakan di Tol, Fakta-fakta Ini Beratkan Sopir Bupati Demak

Kecelakaan maut di Tol Batang - Semarang tinggalkan duka mendalam sebab ajudan Bupati Demak bernama Febri Dien wafat. Sesaat Bupati Demak M Natsir menanggung derita tulang panggul patah sampai butuh aksi operasi. Kecelakaan itu menyertakan mobil Innova bernopol H 9507 PN yang dikemudikan Ali Ashari, masyarakat Wonosalam RT 2/2 Demak. Mobil meluncur kencang dari arah barat ke arah timur. Waktu datang di Tol Batang - Semarang KM 349, mobil menghajar truk di depannya.

Baca juga : Akreditasi Prodi UB

Ali mengakui kaget sebab tidak menyangka ada truk meluncur di muka. Ia beralasan truk bernopol B 9426 ZA yang dikemudikan Bijaksana Sutanto, lampu belakangnya tidak menyala. Akan tetapi sesudah dicek polisi, lampu belakang truk dapat dibuktikan menyala jelas. Diluar itu, truk pun ada di lajur yang benar.

Meskipun begitu, Ali menjelaskan yang membuat menabrak kendaraan besar itu ialah sebab tidak diduga ada mobil meluncur kencang dari belakang. Ali yang berusaha mendahului truk dari samping kanan, dengan reflek banting stir ke kiri saat tahu ada mobil melintas cukuplah kencang dari kanan belakang.

"Kelayakan mobil Innova, untuk kendaraanya saat ini kan telah hancur lebur nih. Jika kendaraan baru harusnya wajar jalan sebab mobil baru. Pun tidak ada info sopir mengenai rem blong," kata Kasat Lalu Polres Batang AKP Ferdy Kastalani, Selasa (5/3/2019).

Berdasar pada hasil olah tempat peristiwa masalah (TKP) tidak diketemukan sisa pengereman di tempat peristiwa. Hingga, diambil rangkuman sopir tidak sudah sempat mengerem sampai mobil yang dikemudikannya menghajar truk di muka.

"Jika keadaan mobil baru harusnya semua berperan. Berarti tidak ada sisa pengereman, ia tidak ada usaha lakukan pengereman Cuma usaha untuk mengindar, bisa saja ia mengantuk atau apakah, tidak diduga langsung jeder (tabrakan). Ada peluang begitu pun sebab tidak ada jejak pengereman, cuma gesekan sisa roda yang patah," tuturnya.

Baca juga : Akreditasi Prodi UNESA

Selain itu, pengamat transportasi Theresia Tarigan, menyebutkan sopir Bupati Demak wajar jadi terduga. Tidak hanya meluncur melewati batas kecepatan, ia pun berupaya mendahului dari arah kiri. Karena tindakannya pun menyebabkan orang yang lain wafat.

"Semestinya terduga (sopir Innova), sebab telah mengakibatkan orang yang lain wafat. Kecepatan di tol yang saat ini kan dibatasi 60-80 km/jam dipatuhi tidak? Yang dilanggar dua, batas kecepatan serta nyalip dari kiri," pungkasnya.

  • コメント

    名前
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
    Komentar hanya dapat dihapus oleh pemilik Blog!
    削除
    Tabrakan di Tol, Fakta-fakta Ini Beratkan Sopir Bupati Demak
      Komentar(0)