Membahas mengenai informasi seputar kehidupan kampus di Indonesia

Polisi Akui Masih Mengecek Kasus Teguh Hendrawan

Proses hukum atas masalah pengrusakan serta masuk pekarangan orang yang lain, yang dihadapi Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Teguh Hendrawan, sampai sekarang masih tetap mengambang.

Walau semenjak Agustus 2018 lantas telah diputuskan menjadi terduga, akan tetapi lanjutan kasusnya berkesan ditutup-tutupi oleh kepolisian.

Baca juga : Akreditasi Prodi UPI

Di konfirmasi hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono yang didapati di RS Polri Kramatjati, waktu di tanya lanjutan masalah itu mengakui akan mengecheck hal tersebut terlebih dulu.

"Kelak saya cek dahulu," katanya singkat selesai mengadakan jumpa wartawan, Minggu 3 Februari 2019.

Pengakuan itu sama dengan yang dikatakan waktu lalu persisnya 14 Januari kemarin. Dimana Kombes Argo mengakui dianya akan kembali mengecek berkas masalah itu.

"Kami check dulu, secepat-cepatnya akan selekasnya kami berikan," katanya, saat itu.

Dengan masih tetap mengambangnya masalah yang dihadapi bekas camat Pulogadung ini, membuat pembangunan waduk Rorotan jadi terhalang. Masalahnya pembangunan waduk diareal seluas 35 hektare itu sampai sekarang belum selesai. Di mana pembangunan penampungan air raksasa itu baru sampai 85 %.

Awal mulanya, Wakil ketua komisi A Wiliam Yani yang minta Pemprov DKI mesti berjalan cepat. Masalahnya status terduga bekas Wakil Kepala Dinas Perhubungan ini belumlah jelas.

"Pemprov DKI lewat biro hukum mesti buat team kuasa hukum spesial buat dia (kadis SDA). Jangan pernah permasalahan ini berlarut-larut," tuturnya, waktu lalu.

Disebutkan William Yani, karena permasalahan itu, menyebabkan beberapa project pembangunan sudah sempat terganggu penyelesaiannya. Diantaranya ialah pembangunan waduk Rorotan sampai sekarang belumlah selesai ditangani.

"Ditambah lagi sekarang ini hujan selalu turun, semestinya waduk bisa dipakai untuk menyimpan air supaya tidak ada kembali genangan," katanya.

Dengan pertolongan yang dikasihkan dari biro hukum, sambung anggota dari fraksi PDIP, tentunya pembangunan waduk tidak bisa menjadi masalah. Hingga semua project yang sekarang ini tengah berjalan untuk mempersiapkan tempat penampungan air dapat dipakai.

Baca juga : Akreditasi Prodi UI

"Kami mengharap semua pembangunan seperti waduk, embung serta situ, di tahun 2019 mesti tuntas semua," katanya.

Dikabarkan awal mulanya, Polda Metro Jaya sudah mengambil keputusan Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan menjadi terduga masalah perusakan.

Bekas Camat Pulogadung ini disangka sudah mengakibatkan kerusakan atau masuk pekarangan tiada izin pemilik di Rawa Rorotan, Cakung, Jakarta Timur. Surat pemanggilan kontrol menjadi status terduga dikeluarkan oleh Direktorat Reserse Kriminil Umum (Ditreskrimum), Senin

  • コメント

    名前
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
    Komentar hanya dapat dihapus oleh pemilik Blog!
    削除
    Polisi Akui Masih Mengecek Kasus Teguh Hendrawan
      Komentar(0)