Membahas mengenai informasi seputar kehidupan kampus di Indonesia

Rusia Undang Pemimpin Hamas, Israel Meradang

Israel dalam beberapa minggu paling akhir ajukan memprotes pada Rusia sebab mengundang pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, untuk berkunjung ke Moskow akhir minggu ini. Demikian laporan tv Israel.

Menurut Channel 10, keberatan diserahkan baik oleh Kedutaan Israel di Moskow serta dalam pembicaraan dengan kedutaan Rusia di Tel Aviv.

Baca juga : Jurusan di UINSA

Akan tetapi beberapa petinggi Rusia menampik aduan itu, mencatat jika Israel sendiri bicara dengan Hamas, walau dengan tidak langsung. Delegasi Hamas diinginkan datang di Moskow di akhir Desember.

Israel saat beberapa bulan sudah ikut serta dalam perbincangan tidak langsung dengan Hamas, yang dimediasi oleh petinggi Mesir serta PBB, untuk sampai persetujuan gencatan senjata di Jalan Gaza.

"Saat perbincangan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengenai permasalahan ini, Duta Besar Israel untuk Rusia Gary Koren ikut mencatat jika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ingin berjumpa dengan Presiden Rusia Vladimir Putin," stasiun TV itu memberikan laporan.

"Lavrov cuma mengangguk tapi tidak memberi komentar," tuturnya seperti diambil dari Times of Israel, Rabu (19/12/2018).

Jalinan Israel-Rusia tegang dalam beberapa waktu paling akhir semenjak jatuhnya pesawat Rusia di Suriah saat serangan Israel. Walau pesawat itu ditembak jatuh oleh pertahanan hawa Suriah, Moskow mempersalahkan Israel, menjelaskan IAF memakai pesawat Rusia menjadi tameng serta tidak berikan teguran yang pas pada Rusia. Israel menyanggah ke-2 tuduhan itu.

Tetapi Channel 10 memberikan laporan jika delegasi militer Israel kembali dari Moskow Selasa, kunjungan ke-2 dalam satu minggu, dengan beberapa petinggi menjelaskan Moskow nampaknya memulihkan jalinan kerja normal pada kerja sama keamanan.

Minggu lantas IDF menjelaskan satu delegasi sudah “mencapai pemahaman” dengan Rusia serta kedua pihak setuju untuk selalu bekerja bersama.

Lavrov ikut berjumpa dengan kepala Tubuh Yahudi Isaac Herzog, serta menjelaskan padanya undangan Rusia untuk Haniyeh ialah sisi dari usaha untuk menahan eskalasi di Gaza.

Otoritas Palestina, saingan Hamas, ikut disebutkan tidak suka dengan langkah Rusia itu.

Rusia di waktu lantas jadi tuan-rumah beberapa putaran perbincangan yang mempunyai tujuan untuk rekonsiliasi pada Hamas serta partai Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas.

Baca juga : Jurusan di UMM

Lavrov menjelaskan jika Rusia bersedia mengatasi pada Israel serta Palestina, serta jika kestabilan di lokasi itu tidak bisa diraih sampai perseteruan Israel-Palestina dituntaskan.

Penawaran itu hadir saat jalinan pada Palestina serta AS, mediator perdamaian tradisionil, ada pada titik paling rendah selama waktu.

Gagasan pemerintahan Trump untuk perdamaian Israel-Palestina diprediksikan akan di luncurkan dalam beberapa waktu yang akan datang.

  • コメント

    名前
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
    Komentar hanya dapat dihapus oleh pemilik Blog!
    削除
    Rusia Undang Pemimpin Hamas, Israel Meradang
      Komentar(0)